Lima Alasan Menonton “Star Trek Into Darkness”

“Star Trek Into Darkness” (2013) melanjutkan pesta film musim panas Hollywood dengan menghadirkan sebuah kisah aksi fiksi ilmiah yang memikat. Sekuel “Star Trek” (2009) ini kembali menampilkan James T. Kirk (Chris Pine) dan Spock (Zachary Quinto) beserta kru USS Enterprise dalam petualangan untuk menghentikan aksi teror berbahaya. Kalau Anda masih ragu-ragu datang ke bioskop untuk menyaksikan film besutan J. J. Abrams ini, mungkin beberapa poin rekomendasi di bawah ini dapat membantu Anda menentukan pilihan. Lima alasan menonton “Star Trek Into Darkness”:

1. J. J. Abrams
(Dok. Paramount Pictures)Orang boleh berkomentar macam-macam tentang J. J. Abrams. Tapi, fakta bahwa Abrams dipilih dari sekian banyak sutradara untuk membuka babak baru bagi “Star Trek” sekaligus “Star Wars” merupakan sebuah prestasi yang tak bisa dianggap sepele. Dalam “Star Trek Into Darkness”, Abrams sekali lagi membungkus filmnya dengan berlapis-lapis misteri sehingga sampai menjelang pemutaran filmnya, tak ada yang benar-benar yakin bahwa mereka tahu kisah apa yang disembunyikan sang sutradara.

Sebagian penonton akan merasa kecewa karena apa yang ditampilkan di sekuel ternyata tidak sepenuhnya baru. Tapi, sineas kelahiran New York ini patut diapresiasi karena berani melakukan sesuatu yang beresiko. Dalam “Star Trek Into Darkness”, Abrams mencoba membahagiakan para penggemar setia “Star Trek” sekaligus menggaet penonton-penonton baru. Hasilnya tentu saja mengundang beragam reaksi. Tetapi, Anda harus menyaksikannya sendiri untuk menilai apakah kali ini Abrams berhasil menyajikan satu lagi film yang memuaskan.

2. Para kru USS Enterprise
(Dok. Paramount Pictures)Bila Anda menyukai penggambaran dinamika hubungan antara Kirk dan Spock dalam film sebelumnya, Anda boleh merasa senang karena “Star Trek Into Darkness” kembali menguatkan formula yang telah dibangun dengan baik tersebut. Konflik antara dua sahabat yang punya kepribadian bertolak belakang ini merupakan salah satu hal yang membuat “Star Trek Into Darkness” sangat menyenangkan untuk disaksikan. Dengan sikap Spock yang mengutamakan logika dan Kirk yang lebih emosional, keduanya sering kali dibuat jengkel akan kelakuan satu sama lain. Tetapi, humor yang dihasilkan dari perselisihan mereka sangat berguna karena “Star Trek Into Darkness” jadi tidak terasa terlalu serius.

Selain itu, karakter-karakter lain seperti Uhura (Zoe Saldana), Bones (Karl Urban), Scotty (Simon Pegg), Sulu (John Cho), dan Chekov (Anton Yelchin) juga diberi banyak kesempatan untuk mengembangkan karakter mereka dan tak sekadar mengulang-ulang apa yang sudah ditampilkan di film pertamanya. Tak lupa, ada kehadiran karakter baru bernama Carol (Alice Eve) yang tentunya tak asing lagi bagi para penggemar “Star Trek”.

3. Referensi
(Dok. Paramount Pictures)Para penggemar berat “Star Trek” akan menyadari bahwa ada banyak hal-hal dalam “Star Trek Into Darkness” yang akan mengingatkan mereka pada film-film terdahulu. Mulai dari benda-benda yang ditampilkan di layar, penggalan kutipan, sampai cerita yang kadang akan terasa familiar. Meski memiliki cukup banyak kebebasan karena menggunakan garis waktu alternatif, ternyata ketiga penulis naskahnya, Roberto Orci, Alex Kurtzman, serta Damon Lindelof, membuat kisah yang tidak terlalu jauh dari semesta Star Trek yang telah terlebih dahulu dikenal penonton. Untungnya, kisah yang mereka angkat tidak sampai membuat para penonton biasa sampai teralienasi sehingga siapapun masih dapat menikmatinya tanpa perlu punya pengetahuan mengenai film-film Star Trek lawas.

4. Adegan aksi
(Dok. Paramount Pictures)Mereka yang kurang begitu mengenal film-film Star Trek dan hanya menyaksikan film ini untuk mencari tontonan seru akan cukup puas dengan aksi yang disajikan. Kali ini kehancuran tak hanya terjadi di luar angkasa, tapi juga di Bumi. Skala aksi yang dihadirkan juga tak kalah seru dan dramatis dari film pertamanya. Hanya saja, kalau Anda memilih untuk menyaksikannya dalam format 3D, pergerakan kamera yang terkadang sangat cepat bisa membuat mata lelah dan juga sedikit memusingkan. Karena itu, pilihlah format yang paling nyaman bagi Anda. “Star Trek Into Darkness” sendiri hadir dalam format 2D, 3D, dan IMAX 3D.

5. Benedict Cumberbatch
(Dok. Paramount Pictures)Setiap kisah yang hebat membutuhkan sosok peran antagonis yang hebat pula. Dalam “Star Trek Into Darkness”, Benedict Cumberbatch yang berperan sebagai John Harrison akan mencoba menjadi lawan sepadan bagi Kapten Kirk dan krunya. Pemilihan Cumberbatch sebagai Harrison sendiri sangat tepat. Aktor asal Inggris ini sebenarnya tidak sering mendapat peran sebagai penjahat. Justru, peran yang melontarkannya pada ketenaran adalah kehadirannya sebagai Sherlock Holmes dalam serial televisi keluaran BBC berjudul “Sherlock”.

Tapi, setelah menyaksikan Cumberbatch dalam “Star Trek Into Darkness”, jelas terlihat bahwa ia sangat pas berperan sebagai penjahat. Cumberbatch berhasil menghidupkan sosok John Harrison sebagai seorang pria yang dingin, manipulatif, dan penuh kalkulasi. Teka-teki mengenai siapa Harrison dan apa yang diinginkannya juga terjaga dengan baik melalui raut wajahnya yang sulit dibaca. Dari berbagai pujian yang dilemparkan oleh para pengamat film, rasanya tak berlebihan untuk memprediksi bahwa karakter yang diperankannya akan menjadi salah satu tokoh penjahat di film “Star Trek” yang berkesan.

About detomasocar

I was a little boy.

Posted on May 17, 2013, in Promotion. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: